DAMPAK IMPLEMENTASI MBKM DI PRODI TEKNIK INFORMATIKA UNIKAMA

MBKM – Implementasi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang dilaksanakan oleh Program Studi Teknik Infromatika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) yang telah dilaksanakan selama satu semester dengan Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) KKN Tematik, Magang, Pertukaran Mahasiswa, Studi Independent dan Peneltian/Riset. Bentuk kegiatan Pembelajaran yang telah dilaksanakan selama satu semester perlu dilakukan evaluasi dan survey terhadap implementasi MBKM yang telah dilakukan oleh program Studi Teknik Informatika (TI) dengan tujuan untuk melihat hasil dan memperbaiki terhadap capaian pembelajaran selama satu semester. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melakukan survey dan wawancara langsung kepada mahasiswa, dosen dan mitra Prodi Teknik Informatika (TI).

Kegiatan awal dengan melakukan koordinasi dengan dosen dan tim peneliti dampak MBKM ditingkat Program Studi Teknik Informatika pada (14/12) yang dihadiri oleh dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa, kemudaing ditindak lanjuti dengan mengundang Mitra Program Studi Teknik Infromatikan (TI) melalui Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di hotel pondok indah batu pada (22-23/12). Mengangkat tema “Dampak Implementasi MBKM di Lingkungan program Studi bagi Mitra”.

Hasil dari penelitian dampak implementasi MBKM di lingkungan Prodi Teknik Infromatika dengan mitra yang telah bekerjasama dengan program studi melalui angket yang telah diberikan menghasilkan bahwa perlu adanya evaluasi, pantauan dan komunikasi antara sektor baik dari dosen pembimbing dengan mitra untuk kedepannya lebih baik.

Berdasarkan dari angket yang telah disebarkan kepada mitra bahwa selama kegiatan Magang MBKM tidak ada kendala, 

Mahasiswa Teknik Informatika Unikama Tambah Medali dari Sepak Takraw Pomprov I Jatim

TI – Dua mahasiswa program Studi Teknik Infromatika (TI) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang menambah prestasi medali perunggu dari nomor Tim Regu Sepak Takraw di Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) I Jawa Timur 2022. Medali ini diraih pada cabang olahraga (cabor) Sepak Takraw yang dipertandingkan di Universitas Islam Malang (UNISMA), Senin-Rabu (28-30 Maret 2022). Perolehan ini merupakan perunggu ketiga Unikama setelah sebelumnya diraih pada cabor Tenis Lapangan dan Petanque.

Dalam pertandingan tersebut, tim regu Unikama dengan lincah menyisihkan beberapa tim regu dari universitas lain. Namun sayangnya, pada laga menuju final mereka harus mengakui keunggulan tim regu Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan skor 2-0.

Tim regu Sepak Takraw Unikama terdiri dari 5 mahasiswa salah satu dari kedua Tim regu adalah Putra Iqbal Karomi dari angkatan 2021 dan Rendy Satiawan dari angkatan 2019 Program Studi Teknik Informatika (TI). Ketatnya proses pertandingan tidak membuat kelima mahasiswa tersebut berputus asa hingga akhirnya berhasil meraih medali perunggu.

Dengan keberhasilan ini, Tim Regu Sepak Takraw Unikama merasa bersyukur namun juga mengakui ada beberapa hal yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan prestasi tim di masa mendatang. Tim regu Unikama sangat kompak dalam hal permainan namun juga memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan tim yang harus dibenahi adalah pada mental pemain. Pemain sering merasa grogi saat pertandingan, padahal bila diperhatikan secara seksama mereka memiliki kemampuan yang mumpuni. Hal tersebut diakui oleh salah satu pemain . “Untuk tim (Sepak) Takraw Unikama kekurangannya di mental, merasa selalu ditekan oleh tim lawan selalu grogi saat pertandingan,” ungkapnya saat diwawancara tim Humas Unikama.

Raihan mahasiswa Unikama pada Pomprov I Jawa Timur 2022, termasuk medali perunggu Tim Regu Sepak Takraw diharapkan dapat menumbuhkan motivasi bagi seluruh mahasiswa Unikama untuk berjuang memperoleh prestasi. Fokus pada apa yang dituju dan percaya diri serta tidak mudah terpengaruh orang lain merupakan kunci utama sebuah kesuksesan. “Harapannya untuk teman teman yang ingin seperti saya bisa mengikuti dan yang paling penting itu semangat dalam latihan dan diawali dengan kemauan diri sendiri jangan karena melihat orang lain dan dipaksa orang lain,” tutupnya.

Dengan Khidmat, Prodi Teknik Informatika Unikama Luluskan Mahasiswanya

TI.Unikama – Program Studi Teknik Informatika (TI) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas PGRI Kanjururuhan Malang (Unikama) kembali menghelat pegelaran Yudisium Sarjana Semester Genap Tahun Akademik 2021-2022 pada, Senin (19/09/2022) secara virtual. Meskupun dilaksanakan virtual, pelaksanaan Yudisium tersebut berlangsung sakral dan khidmat. 

Yudisium kali ini FST meluluskan 85 mahasiswa dari empat Program Studi (Prodi) yang ada di FST Unikama. Prodi Pendidikan Matematika sebanyak 17, Pendidikan Fisika 9, Teknik Informatika 33, dan Sistem Informasi 26.

Kegiatan khidmat ini dihadiri Dekan, Ketua Prodi dilingkungan FST Unikama. Tak hanya itu, perwakilan mahasiswa yang diyudisium juga hadir, serta pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Acara yudisium dibuka langsung Dekan dan dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan tentang yudisium.

Dekan FST Dr. I Ketut Suastika, M.Si. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah berjuang dan menuntaskan pembelajarannya di FBS Unikama. Dekan juga berpesan kepada mahasiswa agar tetap semangat dan pantang menyerah untuk menghadapi dunia nyata yang baru akan dihadapi.

Selain itu, Dekan juga berpesan agar mahasiswa yang telah lulus dapat memanfaatkan ilmu yang didapat selama belajar di bangku kuliah dengan baik. Dengan demikian dapat ikut berkontribusi nyata dalam masyarakat demi kemajuan bangsa Indonesia. Disamping itu, sebagai alumni dihimbau untuk tetap menjaga nama baik alamamater Unikama.

“Selamat, apa yang kalian cita-citakan, dan yang kalian perjuangkan akhirnya terwujud. Sukses untuk kalian semua, tentu capaian ini memerlukan perjuangan, bantuan dari berbagai pihak. Dengan demikian, saat ini anda sudah sampai ke tatanan tahap ini berupa yudisiun tanda kelulusan yang selama ini diidam idamkan”, ungkap dekan FST.

Ia berharap, ilmu yang diperoleh selama menimba ilmu dikampus yang terletak di jalan Supriadi ini dapat digunakan untuk bersaing didunia kerja. Semoga ilmu yang diberikan menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat dengan memanfaatkan ilmu yang didapat.

Meski dilakuka secara daring, kegiatan Yudisium ini berlangsung khidmat. Pada acara yudisium ini juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa yang memiliki IPK tertinggi dari masing-masing Prodi. Dyah Umyek Bagus Timur Rini Prodi Pendidikan Fisika dengan IPK 3,83, Edi Nugrahaning Pratiwi Prodi Pendidikan Matematika dengan IPK 3,79, Kurniawan Angga Kusuma Prodi Sistem Informasi dengan IPK 3,71 dan Rahma Yoga Darma Lestari Prodi Teknik Infomatika dengan IPK 3,63.

Tunjang Sistem Irigasi Pertanian, Mahasiswa TI Unikama Ciptakan Inovasi Aplikasi Monitoring System

TI_UNIKAMA – Di era revolusi industri 4.0, perlu meningkatkan akses pendidikan tinggi dan link and match antara lulusan pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Dengan ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia mencanangkan Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).

Melalui implementasi Program Riset Keilmuan LPDP ini diharapkan dapat mensukseskan kebijakan MBKM. Selain itu untuk meningkatkan kualitas lulusan, kualitas dosen, kualitas kurikulum pembelajaran dan meningkatkan mutu relevansi pendidikan tinggi dalam dunia usaha dan industri (DUDI) agar dapat berkontribusi nyata dalam daya saing bangsa.

Dengan Program Riset Keilmuan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini, empat mahasiswa Program Studi Teknik Informatika (TI) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melaksanakan magang keilmuan bidang energi terbarukan di PT. Inovasi Teknologi Desa selama empat bulan. Keempat mahasiswa tersebut adalah Alfa Wahyu Budianto, Rizki Putra Utama Endriansyah, Muhammad Ferrari Firmansyah dan Ahmad Syamsudin.

Pelaksanaan program magang tersebut di pimpin Kurriawan Budi Pranata, M.Si. selaku dosen pembimbing lapangan. Dalam paparannya, Kurriawan menyampaikan bahwa program magang ini berfokus bidang energi terbarukan. Tentunya pada sektor implementasi penggunaan baterai pada panel sel surya untuk menunjang sistem irigasi pertanian yang secara umum disebut hydrosol.

“Lokasi project hydrosol ini diterapkan pada lahan pertanian jagung di wilayah Kepanjen seluas satu hektar. Magang ini diperuntukan bagi mahasiswa semester lima dan tujuh yang mengarah pada percepatan lulusan sebagai triger tema skripsi mahasiswa yang berdampak pada karya skripsi yang relevan dengan DUDI”, tuturnya.

Selama empat bulan (Juli-Oktober), mahasiswa juga dibimbing secara intensif oleh Fauzan Azhiman selaku direktur PT. Inovasi Teknologi Desa. Hal ini untuk menciptakan inovasi karya berupa aplikasi monitoring system daya kelistrikan panel surya secara real time dengan menerapkan konsep IoT. Tidak hanya jago dalam membuat aplikasi inovasi karya, mahasiswa juga dituntut untuk menulis dan melaporkan hasil karya dalam suatu jurnal terakreditasi. Dengan demikian, karya yang diciptakan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Oleh karena itu, program magang riset keilmuan ini memiliki dampak dan manfaat yang sangat besar pada Learning Outcome Perguruan Tinggi. Dampak dan manfaat nyata kepada mahasiswa sebagai pemicu percepatan kualitas lulusan melalui konversi SKS, penentuan ide tema skripsi, dan literasi ilmiah. Manfaat bagi dosen sebagai hilirisasi keilmuan yang relevan dengan permasalahan dunia industri.

Mulai Memasuki Kancah Internasional, Mahasiswa TI Unikama Ikuti Kompetisi Tingkat Asia

TI – Mahasiswa Teknik Informatika (TI) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) mulai melebarkan sayapnya untuk mengikuti lomba tingkat internasional. Kegiatan ini berupa ajang Kontes Robot Nusantara (KRON) yang berlangsung 23 Oktober 2022. Kompetisi ini di selenggarakan oleh Internasional Youth Robotic Asia yang dihadiri oleh tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Thailand. M. Ferrari Firmansyah, Alya Dewi Intan Rahmadhani, dan Eti Maslahah mewakili Unikama dalam kontes tersebut.

Dalam kompetisi ini mahasiswa dituntut kreatif dan inovatif membuat robot teknologi sesuai tema. Selain itu, Mahasiswa TI membuat robot yang bisa mengenali wajah manusia dan dapat mendeteksi manusia ketika tidak menggunakan masker. Perlombaan berlangsung sangat sengit, tidak kalah canggih dengan negara lain. Meskipun dalam kompetisi ini mahasiswa TI belum mendapatkan juara, namun masih mendapatkan nominasi dan berhak mendapatkan tiket lomba ke Malaysia pada event kompetisi mendatang. 

“Event Internasional ini mahasiswa dituntut dalam presentasi robot menggunakan bahasa Inggris. Namun hal ini bukan menjadi rintangan bagi mahasiswa TI untuk mengikuti lomba ini. Karena lawan kita adalah negara Thailand dan Malaysia yang kemampuannya lebih bagus. Namun ini menjadi pembelajaran bagi Mahasiswa untuk lebih mengasah kemampuan dalam kontes semacam ini,” ungkap Firmansyah.

Menariknya, dilain sisi banyak pengalaman menarik yang didapat dalam kontes ini. Mendapat teman baru dari mancanegara, selain itu juga mendapat relasi yang baik dari orang orang baru, tutupnya.